Western Digital Merilis SSD WD Blue dan WD Green

Bulan Juni lalu Western Digital (WD) menyelesaikan akuisisi produsen SSD dan NAND flash, Sandisk. Dengan demikian Western Digital semakin menguasai pasar media penyimpanan digital mulai dari piringan hard disk...

406 0
406 0

Bulan Juni lalu Western Digital (WD) menyelesaikan akuisisi produsen SSD dan NAND flash, Sandisk. Dengan demikian Western Digital semakin menguasai pasar media penyimpanan digital mulai dari piringan hard disk hingga SSD. Pasca akuisisi akhirnya WD merilis produk SSD kelas mainstream dengan merk Western Digital sendiri yang merupakan turunan dan pengembangan dari produk SSD SanDisk. SSD pertama WD dirilis dalam dua kelas, Blue dan Green.

WD Blue SSD berbasis SanDisk X400 SATA SSD dengan sedikit modifikasi hardware dan firmware serta perubahan kapasitas yang bisa digunakan. Sebagaimana X400, WD Blue SSD tersedia pada platform 2,5″ SATA atau M.2 dengan chip TLC NAND 15nm yang dipasangkan dengan chip kontroler Marvell 88SS1074. Pada review yang dilakukan oleh Anandtech menunjukkan bahwa segala kelemahan dan kekurangan pada X400 diperbaiki pada WD Blue namun mengorbankan sedikit performa pada berbagai pengujian, bahkan tergolong SSD yang tidak begitu cepat. Dengan demikian WD Blue termasuk dalam SSD SATA kelas menengah yang persaingannya cukup sengit terutama dari produk SSD berbasis chip 3D TLC buatan Micron.

WD Green SSD termasuk ke dalam produk SSD kelas bawah dengan pilihan kapasitas yang tidak terlalu besar. Produk ini berbasis SanDisk SSD Plus yang menggunakan kontroler Silicon Motion namun sudah menggunakan chip SanDisk 15nm TLC NAND. WD Green sendiri menarget pasar yang diisi oleh Samsung 750 EVO dan OCZ TL100, SSD yang kelas termurah namun masih memiliki reliabilitas dan performa yang lebih signifikan dibanding hard disk konvensional. Demi menekan harga dan tidak melampaui segmen pasar budget miring tersebut, WD Green tidak tersedia dalam kapasitas besar.

Walau sama-sama menyandang nama Green yang identik pada produk hard disk WD dengan efisiensi daya tinggi, namun untuk SSD Green justru cenderung kurang bagus dalam hal efisiensi energi ketika sedang aktif disebabkan oleh jumlah chip DRAM yang sedikit.

 

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas