Seagate Kembali Menghidupkan Merk Maxtor Pada Segmen Hard Disk Eksternal

Seagate memutuskan untuk kembali menghidupkan merk Maxtor yang ditujukan untuk segmen ekonomis. Dalam beberapa bulan ke depan raksasa industri hard disk tersebut akan menarik produk hard disk bermerk...

1841 0
1841 0

Seagate memutuskan untuk kembali menghidupkan merk Maxtor yang ditujukan untuk segmen ekonomis. Dalam beberapa bulan ke depan raksasa industri hard disk tersebut akan menarik produk hard disk bermerk Samsung di pasaran dan menggantinya dengan Maxtor. Sebenarnya Seagate diam-diam mulai memasarkan hard disk eksternal bermerk Maxtor di beberapa negara. Hingga saat ini tipe yang ditawarkan baru Maxtor M3 dan Maxtor D3, dimana juga masih dipasarkan dengan label merk Samsung.

Maxtor sendiri pernah menjadi salah satu pemain besar dalam industri hard disk sejak berdirinya pada tahun 1982, namun pada 2006 menjadi korban akuisisi Seagate. Bahkan pada awal era 2000-an Maxtor sempat menjadi produsen hard disk terbesar di dunia setelah melakukan akuisisi divisi hard disk milik Quantum. Namun sayangnya Maxtor tidak mampu memanfaatkan keuntungan tersebut, pada pertengahan dekade tersebut Maxtor justru semakin meredup karena berbagai alasan yang berujung akuisisi oleh Seagate pada 2006. Beberapa tahun kemudian merk Maxtor ditenggelamkan oleh Seagate.

Awal tahun ini Seagate memustuskan untuk kembali menghidupkan merk Maxtor untuk memasarkan hard disk eksternal tipe M3 dan D3-nya yang sebelumnya dilabeli dengan merk Samsung. Seagate sendiri mengakusisi divisi hard disk Samsung 5 tahun lalu dimana salah satu perjanjiannya adalah Seagate bisa menggunakan merk Samsung pada produk hard disknya selama 12 bulan sejak akuisisi. Namun Segata memperpanjang izin tersebut hingga saat ini dan pada akhirnya akan melepasnya dan menggantinya dengan merk Maxtor.

Produk hard disk eksternal Maxtor M3 ditawarkan dalam beberapa varian kapasitas, 500 GB, 1 TB, 2 TB dan 4 TB. Varian tertinggi menggunakan jeroan hard disk Spinpoint M10P 2,5″ yang berisi 5 keping piringan 800 GB berteknologi SMR dengan kecepatan putar 5400 RPM plus 16 MB cache.

Sedangkan Maxtor D3 Station menggunakan 2 buah hard disk 2,5″ dengan varais kapasitas 2/3/4/5 TB, tidak ada 6 TB sebagaimana Samsung D3 Station. Maxtor D3 Station tidak menawarkan konfigurasi RAID. Baik M3 dan D3 sama-sama menggunakan USB 3.0 sebagai antarmuka dan sama0-sama dilengkapi fitur software AutoBackup dan SafetyKey untuk backup otomatis dan keamanan.

Saat ini Seagate masih menggunakan merknya sendiri untuk memasarkan berbagai produk hard disk eksternalnya di segmen mainstream, untuk segmen premium menggunakan merk LaCie dan segmen ekonomis menggunakan merk Samsung. Pekan lalu Seagate mengumumkan akan tetap menggunakan tiga label merk berbeda untuk memasarkan berbagai variasi produk hard disk eksternalnya, namun dengan perubahan formasi dengan Maxtor yang akan menggantikan Samsung.

Saat ini produk-produk Maxtor M3 dan D3 Station sudah tersedia di berbagai belahan dunia. Untuk ketersediaan di Indonesia bisa mendapatkan informasi via Dinamika Perkasa Jaya sebagai distributor resmi Seagate.

Sumber

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas