Peneliti Menemukan Hardware Untuk Memecahkan Masalah Klasik Pada CPU Multi-Core

Ilmuwan dari North Carolina State University (NCSU) dan Intel memiliki sebuah solusi untuk salah satu masalah paling klasik pada mikroprosesor modern yaitu komunikasi diantara core pada prosesor multi-core....

234 0
234 0

Ilmuwan dari North Carolina State University (NCSU) dan Intel memiliki sebuah solusi untuk salah satu masalah paling klasik pada mikroprosesor modern yaitu komunikasi diantara core pada prosesor multi-core.

Pada era awal 2000-an, para perancang mikroprosesor mulai menanamkan lebih dari satu prosesor dalam satu chip untuk meningkatkan performa prosesor. Multicore prosesor menuntut software agar diprogram mendukung pembagian kinerja pada berbagai core prosesor tersebut. Semakin banyak program yang berjalan dan semakin banyak jumlah core yang tedapat pada sebuah prosesor maka penumpukan eksekusi instruksi pada prosesornya semakin besar. Seorang peneliti NCSU yang kebetulan berasal dari Indonesia yang memimpin proyek ini, Dr Yan Solihin, menyatakan bahwa komunikasi antar core akan semakin bottleneck.

Solusi mereka berupa sebuah set sirkuit logic yang mereka sebut dengan Queue Management Device (QMD). Pada simulasi yang mereka jalankan, mengintegrasikan QMD pada jaringan di dalam chip prosesor akan meningkatkan kecepatan komunikasi antar core minimal dua kali lipat bahkan bisa lebih jauh lagi. Hebatnya lagi, jika jumlah core semakin ditambah, maka peningkatan kecepatannya akan semakin tinggi.

Kinerja QMD adalah mengubah sistem antrian eksekusi software menjadi hardware. Semakin banyak jumlah core prosesor, semakin cepat pula kinerja QMD. Pada prosesor 16 core yang mereka simulasikan, QMD bekerja 20 kali lebih cepat dibanding solusi yang hanya berbasis software.

Namun solusi teknologi ini masih sebatas riset dengan simulasi yang masih relatif sederhana. Diharapkan industri mikroprosesor seperti Intel, atau mungkin AMD, ARM, IBM dan lain sebagainya segera mengimplementasikan konsep tersebut pada produk prosesor multi-corenya. Walau masih butuh waktu skala tahunan untuk merealisasikannya.

Yan Solihin menyatakan bahwa industri harus semakin meningkatkan efisiensi energi untuk meningkatkan performa. Dia menambahkan, solusinya adalah dengan mengubah semakin banyak software menjadi hardware. Tantangan terbesar yang harus dipecahkan adalah jenis software apa yang digunakan sesering mungkin sehingga layak untuk diimplementasikan dalam bentuk hardware.

Teknologi ini akan sangat membantu server, super komputer dan data center yang mengutilisasi ribuan hingga jutaan prosesor dengan total jumlah core yang berlipat-lipat. Apalagi tren produsen prosesor saat ini yang semakin menambah jumlah core pada produk-produknya.

Sumber

 

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas