NVIDIA Membangun Superkomputer Dengan Efisiensi Tertinggi Pada TOP500

Setiap semester sekali, tim dari TOP500 merilis daftar ranking 500 superkomputer terkuat di dunia berdasarkan hasil benchmark Linpack. Selama ini yang mengisi daftar tersebut adalah superkomputer yang dimiliki...

326 0
326 0

Setiap semester sekali, tim dari TOP500 merilis daftar ranking 500 superkomputer terkuat di dunia berdasarkan hasil benchmark Linpack. Selama ini yang mengisi daftar tersebut adalah superkomputer yang dimiliki oleh pemerintah atau institusi pendidikan tinggi. Namun saat ini NVIDIA merangsek dalam daftar tersebut. Bukan sekedar sistem buatan NVIDIA, tapi superkomputer tersebut memang dimiliki sendiri oleh NVIDIA.

Superkomputer yang diberi nama DGX SaturnV terdiri dari 60.512 unit inti prosesor dari Intel Xeon E5-2698v4 yang dilengkapi dengan memori RAM sebesar 62 TB (1 TB = 1024 GB). Mesin bertenaga monster tersebut merupakan sebuah cluster dari 125 unit rak komputer NVIDIA DGX-1, produk unit komputer mainframe yang diperkenalkan NVIDIA pada tahun lalu yang dilengkapi dengan GPU NVIDIA Tesla P100.

NVIDIA mengklaim bahwa DGX SaturnV tersebut memiliki efisiensi energi 2,3x lipat dibanding sistem berbasis Intel Xeon Phi dengan performa yang setara. DGX SaturnV memiliki efisiensi performa sebesar 9,46 GFLOPS/watt dimana lebih tinggi 42% dibanding sistem dengan efisiensi tertinggi yang dirilis pada Juni kemarin. Peningkatan signifikan ini berlangsung dalam rentang waktu yang sangat cepat. Namun tetap perlu digaris bawahi bahwa dalam hal HPC (High Perfomance Computing) yang melibatkan jumlah komputer skala besar maka faktor yang mempengaruhi performanya berbeda dengan desktop mainstream. Terdapat faktor interkoneksi antar unit komputer, arsitektur dan jumlah memori yang memiliki pengaruh sangat signifikan pada pengukurannya.

Performa dari DGX SaturnV merupakan pencapaian luar biasa bagi NVIDIA dengan arsitektur Pascal-nya, namun perlu ada analisis lebih jauh perbandingan antara Intel Xeon Phi dengan NVIDIA Tesla P100 secara langsung untuk membuktikan siapa yang memiliki efisiensi performa lebih baik. Menariknya lagi DGX SaturnV menggunakan prosesor Intel Xeon, padahal NVIDIA saat ini sedang bekerjasama dengan IBM melalui platform OpenPOWER dan NVLink. Bisa jadi DGX SaturnV merupakan pembuktian dari NVIDIA untuk platform x86 mengingat sebagian besar superkomputer masih menggunakan basis CPU x86 dan bisa jadi juga superkomputer yang merupakan kerjasama NVIDIA dengan OBM masih belum final untuk dioperasikan.

DGX SaturnV ditujukan untuk kepentingan riset dan pengembangan internal NVIDIA, dalam blog resminya dinyatakan bahwa NVIDIA mendesain jaringan saraf buatan ada untuk memahami desain chipset dan integrasi skala besar sehingga para staf NVIDIA bekerja lebih cepat dan efisien. Bisa disimpulkan bahwa NVIDIA membuat GPU untuk mendesain GPU yang lebih baru dan maju lagi. Pencapaian tersebut menjadikan NVIDIA tidak sekedar produsen GPU untuk gaming saja, tapi juga menjadikannya sebagai salah satu pemain superkomputer.

Sumber 1 dan Sumber 2

 

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas