Membangun PC Gaming 1080p60 10 Jutaan Berbasis NVIDIA GTX 1050 (Bagian 1)

PC desktop memang sudah digeser oleh laptop dan bukan lagi menjadi komputer mainstream bagi kebanyakan user, namun tetap saja masih sangat relevan untuk kinerja berat semisal (gaming, desain grafis,...

443 1
443 1

PC desktop memang sudah digeser oleh laptop dan bukan lagi menjadi komputer mainstream bagi kebanyakan user, namun tetap saja masih sangat relevan untuk kinerja berat semisal (gaming, desain grafis, render video) karena faktor performa dan modularitasnya yang belum bisa digantikan oleh laptop. Belakangan ini memang harga laptop cenderung menurun dan bahkan bisa dikatakan menggeser harga desktop, namun tetap saja performa dan modularitasnya masih belum bisa tergeser.

Pada artikel yang akan dibagi menjadi 2 bagian ini kami akan mencoba meracik PC untuk segmen gaming dan desain grafis kelas entry level yang sudah mampu menjalankan game 1080p 60 FPS dan juga sangat mumpuni untuk aplikasi desain grafis dan kreasi video. Segmen entry level kami pilih karena bisa menjangkau kebanyakan user yang cenderung memiliki budget terbatas. Sistem ini berbasis Intel Skylake dan NVIDIA GeForce seri 10 terkini yang sudah siap menghandle game-game berbasis DX12 dan Vulkan.

Prosesor (CPU)

Bagian yang menjadi basis sistem ini adalah prosesor, karena pemilihan prosesor akan menentukan pemilihan chipset motherboard dan part pendukung yang kompatibel lainnya. Sistem ini menggunakan basis Intel Skylake yang terbaru sehingga prosesor yang dipilih adalah Intel Core i3-6100 dual core dan 4 thread. Prosesor ini dipilih karena kemampuan multi-threadingnya mengingat game-game saat ini ada yang mampu menggunakan hingga 4 thread prosesor. Intel Core i3 merupakan prosesor Intel kasta terbawah dan termurah yang sudah mendukung 4 thread. Intel Core i3-6100 umumnya dibanderol 1,6 jutaan rupiah di pasaran.

Motherboad

Motherboard merupakan bagian yang mengikuti prosesor, karena terkait kompatibilitas soket dan chipset. Intel Skylake menggunakan soket LGA 1151 dengan chipset Intel seri-100. Kelas entry level chipset Intel seri-100 adalah H-110M yang sudah mendukung fitur-fitur terkini seperti USB 3.0 dan PCIe 3.0. Walau slot PCIe-nya hanya mendukung 6 lane, namun sudah lebih dari cukup untuk menghandle GPU entry level dari NVIDIA GeForce 10.

Motherboard yang kami pilih adalah ASUS H-110M E dari brand ASUS yang terkemuka serta performanya yang cenderung stabil dan durabel. Fiturnya cukup standar namun sudah sangat cukup untuk membangun sistem ini. Harganya juga tergolong ekonomis, hanya sekitar 1,1 jutaan di pasaran.

Memori RAM

Intel Skylake Core i3-6100 sudah mendukung penuh memori RAM generasi DDR4. Motherboard ASUS H-110M E juga menggunakan slot DDR4. Kali ini kami pilih G.skill RIPJAWS V F42400CISD-8GVR 8GB kit yang terdiri dari 2 keping memori 4GB DDR4-2400. Memori berkapasitas 8GB sendiri saat ini sudah cukup untuk sebagian besar game bahkan AAA sekalipun.

Memori G.skill RIPJAWS V 8GB kit ini bisa didapatkan di pasaran pada kisaran harga 800-ribuan. Anda juga bisa memilih memori kit 16GB (2 x 8GB), namun harganya yang nyaris 2x lipat akan menggelembungkan budget cukup signifikan.

Kartu VGA

Kartu VGA kelas entry-level paling mumpuni saat ini yaitu NVIDIA GTX 1050. VGA ini berbasis GPU GP107 Pascal dengan 640 CUDA core yang dilengkapi memori 2GB GDDR5 dengan bus memori 128-bit. Konsumsi daya maksimumnya hanya 75 Watt sehingga tidak membutuhkan suplai daya tambahan, cukup dari slot PCIe. NVIDIA GTX 1050 sendiri sangat mumpuni untuk menghandle game-game terkini pada resolusi 1080p hingga 60 FPS pada setting grafik medium.

Merk kartu VGA yang dipilih bisa AFOX GTX 1050 pada kisaran harga di bawah 2 jutaan atau versi premiumnya EVGA GTX 1050 yang harganya hampir 2,5 jutaan. Merk Kartu VGA AFOX dan EVGA sudah tersedia di Indonesia, informasi terkait mengenai produk tersebut dapat langsung mengkontak distributor resmi.

Storage Media

Storage media adalah komponen yang cukup krusial untuk menentukan kinerja dan kapasitas PC anda. Untuk memperoleh performa kinerja optimal PC anda maka sudah selayaknya memasangkan storage berupa SSD minimal untuk sistem Windows-nya, dan juga bisa dipasangkan dengan hard disk konvensional untuk data-data. Umumnya kecepatan baca-tulis data SSD bisa mencapai 3-4x lipat hard disk konvensional dengan Input Output Per Second-nya yang jauh lebih cepat lagi, Harga SSD saat ini juga sudah bukan menjadi ganjalan untuk membangun sistem PC hemat, hanya dengan 600-ribuan rupiah sudah bisa mendapatkan SSD berkapasitas 120 GB yang sudah sangat cukup untuk kebutuhan drive C.

Hard disk berkapasitas 1 Terabyte adalah pilihan yang sangat untuk menjadi penyimpan data minimum pada PC saat ini, faktor harga dan kapasitas menjadi point utama. Harga hard disk 1 TB SATA3 saat ini berkisar 700 ribuan rupiah. Hard disk berkapasitas 500GB hanya selisih sedikit di bawah 1 TB, sedangkan kapasitas 2 TB cukup jauh diatas 1 TB hingga mencapai 1 jutaan rupiah. Dengan demikian kapasitas 1 TB adalah pilihan yang tepat dan sudah cukup untuk kebutuhan data game dan multimedia personal saat ini.

Hard disk yang kami pilih adalah Seagate 1 TB SATA 3 seharga sekitar 700 ribuan rupiah, sedangkan untuk SSD bisa Toshiba TR150 120GB, Sandisk 120GB atau AFOX 128GB yang masing-masing seharga sekitar 650-ribuan rupiah. Informasi terkait produk Hard Disk Seagate dan SSD Toshiba, Sandisk, dan AFOX bisa didapatkan langsung melalui distributor resmi.

Power Supply (PSU)

Power supply (PSU) ibarat jantung bagi PC yang menjadi suplai daya utama pada setiap komponen internal PC yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk itu tidak boleh sembarangan dalam memilih PSU. Saat ini sudah ada sertifikasi standar efisiensi daya PSU yang menentukan kualitas suplai daya PSU, yang disebut 80 PLUS. Standar 80 PLUS terdiri dari beberapa tingkatan, mulai dari Basic, Bronze, Silver, Gold, Platinum hingga Titanium. Masing-masing level tersebut sangat mempengaruhi harga PSU itu sendiri walaupun dayanya sama. Segmen PC gaming hemat sendiri sudah sangat cukup menggunakan PSU berstandar 80 PLUS Bronze berdaya 400-500 Watt. PSU “true power” 80 PLUS Bronze bahkan sudah dilengkapi dengan kabel daya PCIe yang mendukung upgrade kartu VGA.

Unit PSU yang kami pilih adalah Andyson 450W atau Seasonic ECO 430W yang sama-sama berstandar 80 PLUS Bronze, kedua PSU tersebut dibanderol pada harga yang tidak terpaut jauh sekitar 550-600 ribuan rupiah. Andyson dan Seasonic sendiri kami pilih karena merupakan brand PSU kelas premium yang memiliki reputasi kualitas tinggi. Muscle Power Calibre MP-C500W juga bisa dijadikan pilihan yang lebih ekonomis jika budget lebih mepet lagi. Informasi mengenai PSU Andyson, Seasonic dan Muscle Power dapat diperoleh langsung pada distributor resmi.

Casing

Casing menjadi wadah bagi semua komponen komputer. Faktor terpenting dalam memilih casing adalah ukuran, sistem ventilasi dan fitur port depan yang tersedia. Ukuran menjadi penting untuk kompatibilitas dengan ukuran motherboard serta sirkulasi udara bagi sistem pendingin hardware internal seperti kartu VGA dan Prosesor. Port USB depan sangat penting untuk memudahkan akses peripheral tambahan seperti flash disk atau card reader. Casing di bawah 500-ribuan seperti Infinity sudah cukup bagus dan layak serta dilengkapi port depan USB 3.0.

Artikel pertama ini menekankan pada pembahasan seputar jeroan unti kotak CPU. Untuk monitor dan peripheral lainnya akan dibahas pada artikel seri berikutnya.

 

 

In this article

Join the Conversation

1 comment

  1. Membangun PC Gaming 1080p60 10 Jutaan Berbasis NVIDIA GTX 1050 (Bagian 2) - Informasi Hardware, Gadget , TIps dan Trik Balas

    […] bagian kedua dari seri artikel membangun PC Gaming 1080p60 10 Jutaan Berbasis NVIDIA GTX 1050. Pada bagian pertama lalu ditekankan pada sparepart yang terkait kotak CPU PC. Bagian kedua akan membahas bagian […]


Lewat ke baris perkakas