Intan Bisa Menjadi Solusi Media Penyimpanan Data Masa Depan

Kita semua sangat tergantung pada hard disk, seluruh data penting kita tersimpan di sana dan tidak jarang kita bawa kemanapun. Namun tidak selamanya hard disk kita akan terus...

255 0
255 0

Kita semua sangat tergantung pada hard disk, seluruh data penting kita tersimpan di sana dan tidak jarang kita bawa kemanapun. Namun tidak selamanya hard disk kita akan terus mampu menjaga data-data kita, apalagi jika intensitas keluar masuk data kita sangat tinggi. Membeli hard disk baru dan memindah data dari hard disk lama tidak jarang cukup merepotkan dan memakan waktu. Para ilmuwan berusaha mencari solusi penyimpanan data masa depan yang reliabel dan awet. Ilmjuwan dari City College of New York berhasil menemukan sebuah potensi solusi bagi media simpan data masa depan yaitu, Intan atau Diamond.

Bagaimana mungkin intan bisa dijadikan hard disk masa depan? Sebagai gambaran, saat ini keping DVD dan piringan hard disk hanya menyimpan data dalam susunan 2 dimensi. Sedangkan intan mampu menyimpan data pada dimensi baru, yaitu dimensi ketiga.

Intan sendiri terdiri dari susunan kaku dan seragam atom karbon yang saling terikat kuat oleh ikatan kovalen, sehingga membuat Intan sangat keras. Namun terkadang ada sedikit defek/kecacatan yang membuat susunan atomnya kacau dan kehilangan sebuah atom karbon yang disebut dengan vacancy. Jika sebuah intan terkotori, maka sebuah atom nitrogen akan mengambil alih posisi kekosongan atom karbon yang hilang tersebut. Defek ini disebut dengan Nitrogen Vacancy (NV).

NV memiliki kecenderungan untuk menjebak elektron, bahkan mampu memaksa mereka keluar ketika dihantam pulsa laser yang berlangsung selama semenit. Menurut ilmuwan dari CCNY tersebut, kecenderungan untuk menahan elektron tersebut memiliki keuntungan yang potensial. Mereka menamakan setiap NV sebagai “bit” berukuran nanoskopik. Jika vacancy memiliki satu elektron, maka dihitung satu bit. Jika tidak memiliknya maka bit-nya nol. Fenomena ini membuat intan mampu bertindak sebagai media penyimpanan.

Para ilmuwan dari CCNY tersebut menggunakan laser hijau untuk menjebak elektron dan laser merah berenergi tinggi untuk melepas elektron, secara teknik mengisi dan mengosongkan defek sehingga bisa mengontrol jumlah bit data yang disimpan. Pada tahap pengembangan terakhir berhasil melakukan transfer sebuah keping DVD pada media penyimpanan intan dan hanya memakan 1% dari total kapasitas penyimpanan intan.

Sumber

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas