Forza Horizon 3 Benar-Benar Menuntut Kartu VGA Yang Bertenaga [Review]

Forza Horizon 3 telah dirilis pekan lalu oleh Microsoft untuk Windows 10 dan Xbox One. Game berjenis balap open-world bersetting alam Australia tersebut menjadi sorotan karena kualitas grafiknya...

894 1
894 1

Forza Horizon 3 telah dirilis pekan lalu oleh Microsoft untuk Windows 10 dan Xbox One. Game berjenis balap open-world bersetting alam Australia tersebut menjadi sorotan karena kualitas grafiknya yang luar biasa dan luas area jelajahnya yang besar.

Versi Xbox One game tersebut memiliki kualitas grafik setara Medium-Ultra dan kestabilan frame-rate yang luar biasa pada 30 FPS. Namun untuk versi PC membutuhkan spesifikasi yang cukup tinggi untuk menjalankan kualitas grafik ultra. Baru-baru ini dikabarkan bahwa versi PC Forza Horizon 3 memiliki performa kurang baik dan kurang stabil. GameGPU  mencoba melakukan test game Forza Horizon 3 dengan menggunakan berbagai tipe VGA dari AMD dan NVIDIA. Hasilnya cukup “aneh”, pada beberapa kasus VGA yang secara teori lebih tinggi spesifikasinya justru frame-ratenya lebih rendah.

Forza Horizon 3 merupakan game yang berjalan hanya di DirectX 12 sehingga hanya bisa berjalan pada sistem operasi Windows 10. Berikut spesifikasi yang direkomendasikan untuk menjalankan game tersebut dengan lancar pada resolusi 1920×1080:

  • CPU: i7 3820 @ 3.6GHz
  • VGA NVIDIA: GTX 970 atau GTX 1060
  • VGA AMD: R9 290X atau RX 480
  • Memori RAM VGA: 4GB
  • Memori RAM Sistem: 12GB
  • Tipe Hard Disk: HDD
  • Ruang harddisk yang dibutuhkan: 55GB
  • Resolusi monitor: 1920 x 1080
  • Versi Windows: Windows 10 Anniversary Edition 64-bit 14393.101

Spesifikasi yang dibutuhkan sangat tinggi untuk ukuran game dengan resolusi 1920×1080. Hal ini wajar mengingat ketika memilih setting grafik maksimal maka setiap detail grafik dan efek fisika di dalam game yang nyaris realistis akan benar-benar memeras chip GPU.

Video perbandingan detail grafik Forza Horizon 3 antara Low, Medium (HQ) dan Ultra (VHQ). Pada pengujian ini hanya menggunakan setting grafik Medium HQ dan Ultra VHQ.

 

Untuk VGA pada spesifikasi yang direkomendasikan yaitu AMD R9 290X dan NVIDIA GTX 970 pada reolusi 1920×1080 dengan setting grafik High Quality (HQ) akan didapatkan frame-rate rerata sekitar 60 FPS. Sedangkan jika ingin mendapatkan minimal 30 FPS maka VGA kelas menengah ke bawah semisal AMD RX 460 sudah cukup mampu menjalankannya. Ada yang unik di sini, NVIDIA GTX 770 yang kelasnya diatas RX 460 justru hanya mampu mencapai frame-rate setara. AMD R9 380X yang kelasnya setara dengan GTX 770 justru memiliki performa 1,5x lipat-nya.

VGA AMD yang ketika dipasarkan seharga 250 USD yaitu R9 380X pada game ini justru melampaui performa VGA NVIDIA berbasis Kepler kelas tertinggi dan termahal GTX 780Ti yang harganya hampir 3 kali lipatnya. Bahkan NVIDIA Kepler seri 700 juga harus bertekuk lutut dengan pendahulunya yaitu R9 290 yang dibanderol pada harga setengahnya GTX 780. Di sini terlihat bahwa GPU NVIDIA berarsitektur Kepler kurang bersahabat dengan game ini, bahkan bisa juga kurang bersahabat dengan DX12 secara keseluruhan.

Beralih pada VGA besutan NVIDIA dan AMD generasi terbaru Polaris dan Pascal, AMD RX 470 mampu mengungguli GTX 1060 6GB yang harganya lebih mahal. Padahal GTX 1060 lebih cepat dibanding RX 480 sekalipun pada game-game berbasis DirectX 11. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur GCN pada AMD Radeon memang optimal dan diuntungkan dengan DirectX 12 dibanding NVIDIA yang berarsitektur CUDA.

Test berikutnya dengan menaikkan setting grafik pada level maksimum (Very High Quality, VHQ) masih pada resolusi 1920×1080. Hasilnya terlihat lebih menarik sekaligus mengenaskan. Sebagian tipe VGA performanya menurun jauh hingga setengahnya bahkan banyak yang di bawah standar layak untuk dimainkan, frame-rate di bawah 27 FPS. Dengen demikian telah tampak bahwa hanya VGA kelas menengah ke atas yang harganya cukup tinggi saja yang mampu menjalankan game ini pada resolusi 4K.

Pada pengujian resolusi 2560×1440 dengan setting HQ kondisinya tidak separah pada 1080p dengan setting Ultra/VHQ. Performanya hanya jeblok sedikit dibanding resolusi 1920×1080. Hanya menurun beberapa FPS saja dan sebagian besar VGA yang diuji masih mampu untuk menjalankannya.

Ketika setting kualitas grafiknya dinaikkan menjadi Ultra/VHQ hasilnya sudah dapat ditebak. Tidak sampai setengah dari seluruh VGA yang duji yang mampu menjalankannya.

4K (3840×2160) gaming sedang mulai naik daun baru-baru ini. Pengujian berikutnya merupakan test pada setting High Quality (HQ) dengan resolusi 4K. Hasil dari pengujian ini tampak makin mengenaskan lagi. VGA kelas menengah/mainstream mulai terlihat bersusah payah dan hanya mampu mencapai frame-rate 30-an FPS. Sisi unik dari pengujian 4K HQ ini yaitu AMD Radeon R9 Nano justru memiliki hasil yang lebih baik dibanding pada resolusi 1920×1080 pada setting Ultra/VHQ.

Test terakhir yaitu pada resolusi 4K dengan setting grafik Ultra atau VHQ. Di sini sudah nampak hanya VGA high-end saja yang mampu menjalankan grafik visual dengan frame-rate dengan lancar tanpa patah-patah. Minimal VGA yang mampu menjalankan pada resolusi layak dan nyaman (30 FPS+) yaitu NVIDIA GTX 980 Ti atau GTX 1070. Belum ada VGA dari kubu AMD yang mampu mencapai frame-rate rerata 30 FPS.

Game balap ini menuntut memori GPU dalam jumlah yang besar, khususnya ketika settingan grafiknya Ultra/VHQ. Untuk mendapatkan pengalaman gaming 4K pada kualitas grafik Ultra memori VGA 4GB sendiri bisa dibilang kurang, minimal 6GB. Memori VGA 4GB maksimal hanya bisa menghandle grafik Ultra pada resolusi 1440p atau HQ pada 4K, tentu saja dengan chip VGA yang juga mumpuni.

Namun sayangnya pengujian ini tidak menyertakan AMD RX 480 dan NVIDIA TITAN X. Namun dari urutan pada grafik tersebut dapat ditebak bahwa RX 480 kemungkinan besar pada posisi diantara GTX 1060 dan GTX 980 Ti. Sedangkan TITAN X Maxwell hanya mampu bersaing dengan GTX 1070, untuk TITAN X Pascal sudah sangat jelas berada di puncak.

Pengujian ini memperlihatkan bahwa Forza Horizon 3 benar-benar memeras kemampuan VGA bahkan ketika hanya berjalan pada resolusi 1920×1080. Meningkatkan kualitas grafik lebih memeras VGA dibanding meningkatkan resolusi bahkan meningkatkan grafik hingga setting VHQ setara dengan kebutuhan sumber daya VGA pada resolusi empat kali lipatnya dengan setting HQ. Jika anda menggunakan VGA keluaran terbaru seperti AMD Polaris atau NVIDIA Pascal maka sudah cukup untuk menjalankan grafik game ini pada framerate yang aman dengan resolusi dan setting grafik yang disesuaikan. Bagi pengguna multi-GPU yang menggunakan konfigurasi SLI atau CrossFire, maka samasekali tidak akan mempengaruhi frame-rate alias sama saja dengan single GPU. Semoga saja dalam waktu dekat pihak developer Forza Horizon 3, AMD dan NVIDIA merilis patch dan driver untuk memperbaiki masalah ini.

Arsitektur AMD GCN secara umum lebih unggul pada Forza Horizon 3 yang benar-benar menitikberatkan pada DirectX 12 ini, Beberapa GPU AMD berbasis arsitektur GCN generasi awal mampu mengalahkan NVIDIA Kepler cukup telak. Bahkan NVIDIA Maxwell sekalipun mampu dikalahkan oleh AMD GCN 2 dan 3 yang merupakan rival satu generasinya. Di sini terlihat bahwa arsitektur AMD GCN memang lebih siap menghadapi kemajuan teknologi dan fitur DirectX. Hal ini cukup wajar mengingat AMD yang terpilih untuk bekerjasama dengan Microsoft dalam membangun GPU pada Xbox One dan Project Scorpio yang akan rilis pada 2017.

 

In this article

Join the Conversation

1 comment

  1. Mengenal Teknologi FRAME PACING DirectX 12 Untuk Sistem Multi-GPU - Informasi Hardware, Gadget , TIps dan Trik Balas

    […] belum sinergis sehingga frame yang dihasilkan akan saling bertumpuk dan tidak merata. Pada kasus Forza Horizon 3 bahkan sama sekali tidak ada peningkatan sedikitpun pada konfigurasi multi-GPU semisal SLI maupun […]


Lewat ke baris perkakas