ASUS Justru Semakin Berjaya Di Pasar PC Asia Yang Lesu

Pasar PC global masih belum begitu baik, menurut IDC (International Data Corporation) pada kuartal 3 tahun ini pengirimannya ke pasaran cenderung menurun dibandingkan tahun lalu, Namun salah satu produsen laptop dari Taiwan,...

252 0
252 0

Pasar PC global masih belum begitu baik, menurut IDC (International Data Corporation) pada kuartal 3 tahun ini pengirimannya ke pasaran cenderung menurun dibandingkan tahun lalu, Namun salah satu produsen laptop dari Taiwan, ASUS, tetap memiliki potensi pasar yang besar di Asia.

Dengan peluncuran notebook super tipis Zenbook 3 di Singapura baru-baru ini, raksasa hardware PC tersebut justru menandakan akan semakin meningkatkan determinasinya pada pasar yang sangat kompetitif di Asia. Dimana berbagai produsen justru menguranginya. Demikian menurut laporan CNET.

Tidak hanya Singapura saja, kawasan asia tenggara tetap menjadi pasar yang sangat menantang karena walaupun ASUS berhasil meningkatkan pangsa pasarnya pada skala global, namun untuk pasar Asia Tenggara justru cenderung menurun setiap tahunnya. Namun ASUS optimis bahwa masih ada potensi harapan pada pasar selain Singapore semisal Indonesia.

Direktur ASUS untuk regional Asia Tenggara Benjamin Yeh menyatakan bahwa pihaknya berusaha dengan keras di Indonesia. Dia menambahkan bahwa ASUS merasa bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dengan potensi volume penjualan yang besar juga.

Lenovo memang masih memimpin pasar penjualan PC secara global, yang disusul oleh HP dan Dell, namun ASUS tetap bertahan pada posisi ke-5 di bawah Apple pada kuartal 3 tahun ini. Bahkan ASUS mencetak peningkatan penjualan yang besar dibanding tahun lalu sebesar 5,2% sehingga semakin menempel posisi pangsa pasar Apple hingga hanya berselisih setengah persen. Dengan total pengiriman notebook sebesar 68 juta maka selisih setengah persen tidak begitu berarti.

Menurut Benjamin Yeh, saat ini ASUS berada pada urutan 1 dalam hal ranking konsumen di regional Asia Tenggara, dan pihaknya melihat ada peningkatan permintaan pada segmen ultrabook, dimana semakin mendesak pasar yang selama ini dikuasai oleh notebook mainstream. Dia menambahkan bahwa walau permintaan ultrabook untuk Indonesia dan Malaysia meningkat, namun pertumbuhan tersebut masih terganjal pada ultrabook dengan level harga yang lebih tinggi.

Walau bermunculan pemain baru seperti Xiaomi yang populer dengan smartphone murah tapi tidak murahan, dimana Xiaomi mulai melirik pasar notebook dengan Mi Notebook Air yang hingga saat ini masih dipasarkan hanya di RRC yang mana tidak menutup kemungkinan akan diperluas pasarnya secara global. Pihak ASUS tetap tidak khawatir, justru mereka percaya diri dan siap dengan kompetisi. Karena dengan kompetisi akan meningkatkan inovasi.

 

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas