AMD Memperkenalkan RYZEN, Prosesor Desktop Berbasis Arsitektur ZEN Yang Akan Rilis 2017

Selama hampir satu dekade, Intel benar-benar menguasai pasar prosesor PC x86. AMD pernah mencoba mendobrak dominasi Intel melalui Bulldozer dan turunannya, namun masih belum bisa menggeser Intel dari...

533 0
533 0

Selama hampir satu dekade, Intel benar-benar menguasai pasar prosesor PC x86. AMD pernah mencoba mendobrak dominasi Intel melalui Bulldozer dan turunannya, namun masih belum bisa menggeser Intel dari tahtanya. Namun pada tahun 2017 nanti kondisi tersebut bisa berubah dengan diluncurkannya RYZEN oleh AMD pada event NEW HORIZON yang diselenggarakan di Texas.

RYZEN dipilih AMD sebagai brand prosesor PC performa tinggi yang berbasis arsitektur Zen yang sebelumnya diberi kode “Summit Ridge”. Ryzen diproduksi menggunakan fabrikasi 14 nanometer yang akan menyasar pada segmen PC desktop dan laptop performa tinggi yang akan mulai dipasarkan pada 2017.

Sebagaimana yang sudah diketahui sebelumnya, AMD Ryzen memiliki 8 core dan 16 thread dengan frekuensi 3,4 GHz+ serta dibekali memori cache total hingga 20 MB (4 MB L2 + 16 MB L3), konsumsi dayanya hanya 95 Watt saja. Prosesor ini akan menggunakan soket AM4 untuk desktop sehingga sebuah chipset bisa dihilangkan dari motherboard. AMD mengklaim bahwa dengan chipset yang tepat, maka Ryzen akan mempu mendukung USB 3.1 Gen 2 (10 Gb/s), SSD NVMe, SATA Express dan kemampuan upgrade maksimal. Kemampuan upgrade yang diklaim AMD ini mengindikasikan cukup melimpahnya jumlah PCIe lane yang ditawarkan.

AMD menyatakan bahwa Zen didesain mulai dari nol oleh sekitar 300 engineer dengan menitikberatkan pada peningkatan Instruksi per clock dan efisiensi. Bahkan AMD dengan percaya diri menyatakan bahwa mereka mampu melampaui target peningkatan efisiensi sebesar 40% sebagaimana yang telah mereka presentasikan sebelumnya.

Pada pengumuman Ryzen tersebut AMD memperkenalkan 5 fitur utama prosesor ini yang disebut SenseMI. SenseMI sendiri merupakan fitur untuk mencapai performa dan efisiensi maksimal pada core AMD Zen. AMD membagi SenseMI menjadi 5 tahap:

  1. Pure Power: lebih dari 100 sensor tertanam di dalam CPU Ryzen dengan akurasi mencapai level milivolt, miliwatt dan suhu nol koma yang membantu mengoptimalkan voltase, frekuensi dan kinerja dengan tingkat efisiensi daya yang tinggi.
  2. Precision Boost: rangkaian logika pintar yang memonitor sensor terintegrasi dan mengoptimasi clockspeed, dengan peningkatan frekuensi kelipatan 25 MHz hingga ribuan kali lipat per detik.
  3. Extended Frequency Range (XFR): XFR meningkatkan frekuensi Precision Boost ketika sistem CPU mendeteksi sistem pendinginan dengan kemampuan ekstra.
  4. Neural Net Prediction: sebuah sistem jaringan saraf kecerdasan buatan yang mampu mempelajari dan memprediksi kinerja sebuah aplikasi berdasarkan kinerja sebelumnya.
  5. Smart Prefetch: algoritma pembelajaran yang canggih yang mampu mendeteksi pola kinerja software untuk mengantisipasi kebutuhan aplikasi dan mempercepat suplai data.

AMD akan merilis prosesor desktop Ryzen pada trwiulan pertama 2017 dan prosesor server Naples pada triwulan berikutnya. Bersamaan dengan itu pula Intel juga akan merilis prosesor desktop core generasi ke-7 “Kaby Lake”. Kita lihat saja nanti bagaimana Ryzen akan berhadapan dengan Kaby Lake.

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas