GPU AMD Dipilih Google Untuk Mentenagai Servernya

Selama beberapa tahun terakhir, segmen HPC (High Performance Computing), komputasi GPU dan deep learning benar-benar dikuasai oleh NVIDIA dan INTEL. AMD terlihat kurang greget dalam menyasar segmen tersebut,...

428 0
428 0

Selama beberapa tahun terakhir, segmen HPC (High Performance Computing), komputasi GPU dan deep learning benar-benar dikuasai oleh NVIDIA dan INTEL. AMD terlihat kurang greget dalam menyasar segmen tersebut, walaupun teknologi GCN dari AMD sudah mendapatkan reputasi sebagai platform komputasi yang powerful, terutama dibandingkan arsitektur Kepler dari NVIDIA. Baru-baru ini Extremetech melaporkan bahwa AMD meneken kerjasama dengan Google untuk menanamkan produk GPU-nya pada server Google sehingga diharapkan AMD akan semakin kokoh pada segmen tersebut.

AMD FirePro S9300 x2 adalah GPU kelas server yang merupakan varian dari Radeon Pro Duo yang diluncurkan awal tahun ini akan diterjunkan untuk meningkatkan performa Google Compute Engine dan Google Cloud Machine. FirePro S9300 x2 sendiri merupakan sebuah kartu GPU terdiri dari 2 chip AMD Fiji, memori HBM 8 GB (4 GB/GPU), dan bandwidth memori total 1 TB/s dengan konsumsi daya hingga 300 Watt. Dengan kemampuan komputasi single precision FP32 hingga 16 TFLOPS wajar jika Google memilihnya, walau sejatinya masih diproduksi pada teknologi fabrikasi 28nm yang juga tidak ketinggalan jaman walau saat ini sudah ada 14nm. Sebagaimana saat ini NVIDIA yang sedang gencar memasarkan GPU generasi GP100, namun produknya berbasis 28nm generasi Kepler masih laku keras di pasaran.

AMD juga mengumumkan kerjasamanya dengan Alibaba dari China untuk menyediakan GPU pada data center milik raksasa e-commerce tersebut. Google Compute Engine sendiri adalah layanan virtual machine yang skalanya mampu ditingkatkan sesuai kebutuhan konsumen, sedangkan program Cloud Machine Learning adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk membangun pemodelan machine learning yang juga skalanya sama-sama bisa ditingkatkan.

AMD juga mengumumkan sebuah program baru yang disebut Radeon Open Compute Project (ROCm) dan telah dilakukan berbagai demosntrasi pada konferensi SC16 (Super Computing 2016), termasuk diantaranya aplikasi NVIDIA CUDA yang mampu dijalankan pada hardware AMD, server Power8 dengan GPU AMD FirePro, sebuah sistem server berplatform ARM yang dipasangkan GPU berbasis RX 460, dan demonstrasi aplikasi ray tracing dan VR untuk HPC. Diharapkan berbagai langkah dan strategi AMD tersebut mampu menggoyang dominasi NVIDIA selama ini pada segmen HPC dan data center karena selama ini AMD sudah mengembangkan teknologi GPGPU sejak 2007 namun hasilnya di segmen tersebut belum signifikan.

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas