Tahun 2016, Hampir 52% Penduduk Indonesia Sudah Mengakses Internet

Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu...

594 0
594 0

Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu menemukan bahwa dari total 256,2 juta penduduk Indonesia, 132,7 juta diantaranya telah terhubung ke internet. Hasil survey terbaru APJII ini menunjukkan ada peningkatan sebesar 51,8 dibanding tahun 2014 lalu yang hanya 88 juta pengguna Internet.

Ketua APJII Jamalul Izza menyatakan bahwa yang menjadi penyebab peningkatan yang signifikan tersebut adalah perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone atau perangkat genggam. Dia juga menambahkan bahwa saat ini vendor perangkat genggam sudah banyak dan terjangkau.

Data survei juga mengungkap bahwa pengakses Internet di Indonesia didominasi oleh pengguna perangkat smartphone. Berikut statistik perbandingannya:

  • 67,2 juta orang atau 50,7 persen mengakses melalui berbagai macam perangkat..
  • 63,1 juta orang atau 47,6 persen mengakses hanya melalui smartphone.
  • 2,2 juta orang atau 1,7 persen mengakses hanya melalui komputer.

Meski demikian, penetrasi internet tersebut mayoritas masih berada di Pulau Jawa. Dari survei yang dipresentasikan oleh APJII itu tercatat bahwa sekitar 86,3 juta orang atau 65% dari jumlah total pengguna internet tahun ini berada di Pulau Jawa.

Sedangkan selebihnya terdistribusi pada berbagai daerah di Indonesia dengan perbandingan sebagai berikut:

  • 20,7 juta (15,7%) di Sumatera.
  • 8,4 juta (6,3%) di Sulawesi.
  • 7,6 juta (5,8%) di Kalimantan.
  • 6,1 juta (4,7%) di Bali dan NTB.
  • 3,3 juta (2,5%) di Maluku dan Papua.

Dalam pelaksanaan survey tersebut APJII bekerja sama dengan Lembaga Polling Indonesia (LPI). Proses survei dilakukan melalui tatap muka dengan metode multistep random sampling atau secara bertahap.

LPI melakukan survey dengan melihat pada 1.250 sampel dalam periode 1-11 Juni 2016. Data yang dihasilkan dari periode ini kemudian dipakai sebagai kerangka pada proses selanjutnya, yaitu survei mengenai perilaku pengguna.

Pada tahap survei mengenai perilaku, LPI melakukan pengambilan sampelnya secara acak pada 2.000 responden dan disesuaikan dengan persentase jumlah penduduk di suatu daerah. Semakin besar populasi suatu daerah, maka semakin banyak pula jumlah responden yang menjadi sampelnya.

Sumber 1 dan Sumber 2

In this article

Join the Conversation


Lewat ke baris perkakas